3 Fakta Menarik Atlet Asian Para Games 2018

January 20, 2020
Atlet Asian Para Games 2018

Atlet Asian Para Games 2018 sedang menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk membawa nama harum bangsanya. Apakah kamu sudah menunjukkan dukungan pada ‘Para Inspirasi’ Indonesia?

Delapan belas cabor Asian Para Games 2018 akan dipertandingkan dan lebih dari seribu atlet akan berpartisipasi. Mereka yang bertanding bukanlah atlet biasa, mereka istimewa! Tidak hanya sekuat tenaga berlatih demi menampilkan yang terbaik di setiap pertandingannya, mereka juga berusaha untuk melawan keterbatasannya.

Yuk, kenali lebih lanjut fakta menarik dibalik sosok atlet Asian Para Games 2018!

Kisah Tiwa: Tunagrahita berjuang melawan stigma di Asian Para Games 2018

https://mmc.tirto.id/image/2018/10/08/medali-emas-tolak-peluru-asian-para-games-2018-antarafoto–4_ratio-16×9.jpg

Sumber: Tirto ID

Memiliki masa kecil yang sulit, Tiwa selalu berusaha membuktikan pada masyarakat bahwa ia mampu mengangkat harkat dan martabat keluarganya. Tiwa memang orang kecil dan bernasib menjadi seorang yatim piatu sejak usia sekolah dasar. Akan tetapi semangatnya tidak kecil!

Banyak orang yang meremehkannya, bahkan tak jarang orang tua dari teman sekolahnya tidak menyukai kedekatan Tiwa dengan anaknya. Masyarakat pun memandang Tiwa sebagai sosok yang serba kurang dan tak akan memiliki masa depan yang cerah. 

Akan tetapi, semua celaan dan stigma justru membuat semangatnya makin berkobar. Di tengah kemiskinan dan keterbatasannya sebagai tunagrahita, ia berhasil mendobrak stigma masyarakat dengan mempersembahkan perunggu pada lomba F20 Tolak Peluru, Asian Para Games 2018.

Tiwa tidak memulai karirnya sebagai atlet lewat Tolak Peluru, ia lebih aktif pada olahraga voli duduk maupun lari. Oleh karena itu, medalinya kali ini sungguh diluar dugaan dan menjadi kejutan manis bagi Indonesia.

Nina Gusmita: Atlet muda Asian Para Games 2018

Nina Gusmita atau yang biasa disapa Mita adalah atlet termuda dalam cabor Asian Para Games 2018: Voli duduk. Akan tetapi, bukan berarti usia yang masih dini dan pengalaman yang masih terbatas membuatnya tidak diunggulkan dalam ajang ini.

Sejak kecil, Mita sudah jatuh cinta pada Voli dan ia pun telah menekuni bidang ini sejak masih di bangku sekolah. Sayang sekali, 2016 silang ia terkena musibah yang mengakibatkan dokter harus mengamputasi kakinya. Sedih, kecewa, dan terpuruk adalah hal yang wajar Mita alami setelah kejadian pahit itu. Namun, tentu saja hal itu tidak berarti bahwa ia menyerah dengan mimpinya.

Ia bangkit dan menunjukkan tekadnya bahkan dalam waktu singkat. Masih di tahun yang sama dengan musibah yang menimpanya, ia mengikuti pelatihan nasional voli duduk dan kembali kelapangan.  Kini, bergabung dengan tim voli duduk untuk Asian Para Games 2018, Mita pun memiliki harapan besar dalam mendapatkan medali Emasnya.

Apakah kamu sudah menunjukkan dukungan pada Mita dan ‘Para Inspirasi’ lainnya?

Ni Nengah Widiasih: Sosok tegar yang berusaha bangkit di tengah kekecewaan

Semua orang berhak bermimpi, bertekad, dan menunjukkan usaha terbaiknya untuk membawa harum nama Indonesia, termasuk diantaranya mereka ‘Para Inspirasi’ dengan segala keterbatasannya. Ni Nengah Widiasih, atlet berkebutuhan khusus dengan  segala prestasinya di cabor Asian Para Games 2018: angkat beban, pun berkomitmen untuk menyumbangkan Emas untuk Indonesia.

Bukan hanya untuk penghargaan yang akan didapatkan, tetapi juga hadiahnya yang akan ia pergunakan untuk membantu masyarakat desanya. Ni Nengah menyadari bahwa keterbatasan fisik tidak hanya ia alami sendiri, ribuan orang di dunia pun senasib dengannya. Kadang, masyarakat akan meremehkan dan membuatnya kecewa. Untuk itulah, lewat penghargaan dan hadiannya Ni Nengah ingin menginspirasi dan membangun fasilitas untuk kaumnya. Tekad kuat pun muncul, dan target Emas sudah menjadi harga mutlak baginya.

Akan tetapi, manusia tentu hanya bisa berencana dan Tuhan yang memutuskan. Sungguh sangat disayangkan, Indonesia pun harus kembali mengakui keunggulan tim Cina dan puas mendapatkan Perunggunya. Bagaikan menelan pil pahit bagi Ni Nengah, kekecewaan kembali menghujam hidupnya.

Akan tetapi semua pihak membantunya bangkit, kemenpora pun kembali memotivasinya dan Ni Nengah langsung bersiap pada ajang kompetisi selanjutnya. “Atlet tidak pernah patah semangat, selalu berlatih dan mengevaluasi diri”, begitu ujarnya. Ia pun kembali berlatih setiap hari, walau Asian Para Games 2018 belum juga usai.

Terimakasih ‘Para Inspirasi’ untuk semangat, tekad, dan komitmennya untuk Indonesia!

Kamu pun jangan mau kalah. Yuk, dukung mereka dalam setiap pertandingannya dan beli tiketnya di sini (Link)!

Penulis: Dila MFA

Share to your friends:

Share this event

sosmed-fb-icon Share on Facebook sosmed-twitter-icon Share on Twitter
sosmed-email-icon Share using Email
copy-icon Copied